Viral Perundungan Siswa MTs di Pati, Sahroni Minta Pelaku Dihukum Setimpal

author
1 minute, 11 seconds Read

AKU AKU AKU. Dewan Seragam Dewan Ahmad

Salah satu MTS, terdakwa, ditangkap antara Jawa dan beberapa sisa -sisa yang tersisa diuji.

Baca lebih lanjut: The Wizard Show pernah membuat Yos Suptrapto, ini adalah ceritanya

Dalam puisi navigasi, mereka yang menangani topi sampai presiden mencapai dinding.

Hukum polisi saat ini dilaksanakan oleh polisi hukum dengan sekolah dan orang -orang yang dituduh melakukan kejahatan dan anggota keluarga mereka.

Baca: Hintto, siapa yang dituduh mingguan setelah PDIP, apa hubungannya?

Sahroni meminta polisi untuk merawat media dan memberikan layanan secara hukum.

“Polisi tidak memperhitungkan masalah modern ini dalam penganiayaan Jakarta. Meskipun sanksi atau pelatihan Kamis (26.12.2014).

Baca lebih lanjut: Kapolse dihapus setelah video polisi

Presiden pemerintah berharap bahwa polisi akan memperkuat terorisme sebagai hasilnya.

“AAR siswa lain yang ingin berpikir dan tidak larut karena mereka belum mengajarkan pendidikan karena itu tidak mengajarkan pendidikan,” katanya.

Sahroni menggambarkan status sekolah dalam penganiayaan penindasan. Dia mengatakan mereka bisa bermain di tengah lembaga pendidikan untuk mendidik siswa.

“Ketika saya melihat sifat alam ini, saya sebenarnya menyesal sekolah tidak bodoh bagi siswa,” kata Sahroni.

Dia mengatakan bahwa sekolah seharusnya tidak belajar, tetapi bisa memainkan peran dalam perilaku, nilai dan ide.

“Sebagai tujuan, jika guru tahu bahwa ada siswa yang berpartisipasi dalam hal ini, mereka tidak memiliki materi pengajaran. Karena siswa seperti itu, bukan yang pertama bekerja,” katanya.

Sahroni berharap bahwa semua pihak telah saling membeli karena itu berarti alat yang tidak adil, terutama dalam pendidikan.

Ahmad Sahronones adalah siswa. (Fit / w Medan Pers)

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *