Medan Pers – Seorang wanita Sundari Hartatik dan anaknya Yiyin, warga Jalan Putat Indah Timur I, Sukomanunggal, Surabaya, mengalami pengalaman tragis pada Kamis sore (11-11).
Ibu dan anak tersebut meninggal setelah pembunuhan tersebut.
BACA JUGA: Kesombongan Ivan, Pengusaha yang Suruh Muridnya Walk Out, Berakhir di Penjara, Ini Hikmahnya!
Sundari tewas akibat luka di bagian leher, sedangkan Yiyin mengalami sejumlah luka.
Darah tampak berceceran di tengah bangunan bercat putih itu. Selain itu, garis polisi juga dipasang di penjual mangga tersebut.
BACA JUGA: Reza Indragiri Adu Soal Mobil ke Laporan Fufufafa & VP Esemka Gibran, Ini yang Terjadi
Ketua RW 03 Desa Putat Gede, Kecamatan Sukomanunggal Susanto mengatakan, peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 18.30 WIB.
Kakak Sundari Hartatik berinisial AD diduga menjadi pelaku pembunuhan.
BACA JUGA: Benarkah Pengusaha yang Suruh Mahasiswa Datangi Pihak Berwajib? Komisaris Dirmanto : Jangan sampai dipimpin
Korbannya ada dua, seorang ibu dan anaknya adalah pengusaha mangga, kata Susanto, dilansir Medan Pers Jawa Timur.
Menurut dia, pembunuhan tersebut diduga dilatarbelakangi perebutan suksesi.
Sebelumnya, pada Oktober 2024, sempat terjadi perselisihan keluarga terkait permasalahan ini dan dimediasi oleh pengurus RW.
“Sempat terjadi perselisihan, kami tidak paham soal propertinya,” ujarnya.
Susanto mengatakan, kejadian maut itu bermula dari pertengkaran antar anggota keluarga, kabarnya soal sengketa warisan.
Malam harinya, mereka berencana menyelesaikan masalah suksesi dengan bertemu di rumah di Jalan Putat Indah Timur I.
“Rencananya adalah menyelesaikan masalah ini secara damai. Hari itu (dua minggu lalu) saya mediasi, saya telpon ke kabupaten, polisi, tentara, tapi tidak ada kesamaan bahasa,” kata Susanto.
Pembahasan berlangsung begitu menegangkan hingga tak kunjung terungkap, sehingga pelaku bertindak tanpa pikir panjang.
Penjahat itu bahkan tega membunuh adik dan adiknya.
Susanto mengatakan, seorang warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung menginformasikan pusat kendali dan petugas Polsek Sukomaunggal langsung tiba di lokasi kejadian.
“Warga mengatakan pelaku berada di depan rumah saat ditangkap polisi,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Sukomanunggal Kompol Zainur Rofik membenarkan, pelaku kejadian masih satu keluarga dengan korban.
“Adik dan anak perempuannya dibunuh oleh kakaknya. Ibu dan anaknya,” kata Rofik.
Rofik mengatakan, laporan awal kejadian tersebut sudah dikirim ke Command Center Surabaya, lalu dilanjutkannya.
Korban kemudian dibawa ke rumah sakit oleh keluarganya dan meninggal di rumah sakit, ujarnya.
Polisi mengatakan korban, Sundari, meninggal di RS Mitra Keluarga Surabaya, sedangkan putrinya meninggal di RS Majapada.
Pantauan, teras depan rumah banyak berlumuran darah korban. Untuk penyelidikan awal kasus ini, polisi melakukan olah TKP secara detail.
AD ditangkap di kantor polisi. Pelaku pun turut serta dalam olah TKP yang berlangsung hingga pukul 23.00 WIB.
Usai melakukan olah TKP, polisi langsung membawa pelaku yang mengenakan jaket biru dan celana jeans dengan tangan di atas lutut itu ke dalam mobil.
Pelaku dibawa ke Polrestabes Surabaya untuk pemeriksaan lebih lanjut. Rumah tempat terjadinya pembunuhan juga ditutup polisi.
“Kami sedang berkoordinasi dengan Polrestabes Surabaya untuk tindakan lebih lanjut,” pungkas Rofik. (mcr23/mcr12/Medan Pers)