PKN Menduga Ada Penggiringan Opini Dalam Pilgub NTT 2024

author
1 minute, 12 seconds Read

Medan Pers, Jakarta-Ketua dari Regional Leaderson (PIMDA) di Distrik Koneksi NUSA Timur (PKN) di Eastern NUSA Connection (NTT) Prancis Sukmaniara, menjawab publikasi Survei Politik Indonesia.

Ke negara bagian, paket tunggu akronim ke Simon Peter Kamlas – Adrian Garu dalam pemilihan dalam pemerintahan 27 November 2024.

Baca Juga: Survei LKPI: Melki Laka Lena-Johi Asadoma Super-Pason di Pilgub NTT

Dua Pason lainnya di Pilgub NTT adalah Yohan Francis Lema (Ansy Lema) dan Jane Natalia Suryanto dan Emanuel Melkiada Laka C. (Melki Laka CN) dan John Asadoma.

Bermain itu adalah mantan anggota DPRD Barat dalam tiga kali, dikenakan pajak sebagai pesan sangat dicurigai sebagai bentuk pendapat.

Baca Juga: Setelah Perdamaian Angkatan Laut Inggris, Augustine Tamo Mbapa dan Bonefasius Radu menderita melawan Uskup

“Jika benar bahwa klarifikasi petunjuk politik, maka saya curiga ini adalah satu -satunya kepercayaan, karena itu tidak cocok dengan tanah,” kata Franza Sukmaniara di Laban Bajo, Sabtu (12/10/2024).

Perlindungan DPC PMKRI Kuppang sebelumnya juga memperkirakan bahwa opini model adalah bagian dari masalah politik murah untuk mengendalikan pemungutan suara.

Bacalah juga sebelum 2024 Pilkada, TNI dan Poli di Siak Holds Blue Light Talk

“Menurut pendapat saya, adalah rasa yang murah hanya untuk otoritas para pemilih,” katanya, Frans.

Selain itu, Lunove mengatakan bahwa bahkan sekarang, pergerakan tim Jonah di lapangan sangat menonjol.

Sejak Louis kedua, kemenangan politik tidak cukup dengan model rusional, menyebarkan permainan kampanye (APK) dan tergantung pada sukarelawan.

Dengan demikian, pnkout pnkout pnkout di malam hari di tempat kerja melanjutkan pesanan para pemimpin nasional PKN kedua Melki-jon.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *