Medan Pers – Organisasi Lingkungan Pemerintah untuk Indonesia Wahana, Wahana atau Volchi, polisi mengatakan polisi di kantor polisi Solock Selatan, Sumatra barat (Sumatra Barat).
Kasus dibunuh oleh unit untuk penyelidikan proses pidana SOLOCK SELATAN,
Membaca:
Petugas yang beroperasi dipimpin oleh AKP Dadang Iskandar yang mencurigakan selama konferensi pers di staf polisi Sumatra barat di Padang, Sabtu (23/23/2024). Antara Foto/Iggoy El Fitra/FOC.
Walhi mengatakan bahwa kasus tersebut harus menjadi intensitas Kepolisian Nasional untuk menghapus para pelaku kejahatan di lingkungan.
Baca juga: Informasi CPK terbaru digambar
“Kasus ini harus menjadi intensitas untuk membersihkan tubuh polisi nasional dari pelaku lingkungan di lingkungan,” kata Direktur Barat Sumatra Volchi Abdul Aziz di Padang, Minggu (24/2024).
Aziz mengatakan bahwa kepala polisi nasional, polisi umum, Sigit Prabovo, harus memberikan perhatian khusus kepada orang -orang yang diduga melindungi kegiatan lingkungan di Soloch Selatan dan daerah lainnya.
Baca juga: Polisi menembak polisi Sumatra Barat, sebuah komando polisi!
“Semua anggota Kepolisian Nasional, yang telah terbukti dan terlibat dalam kejahatan pertambangan ilegal di lingkungan, harus ditolak dan dihukum,” katanya.
Valhi West Sumatra juga menyatakan belasungkawa atas kematian penyelidikan kriminal polisi di Solock selatan,
Dia mengatakan bahwa kasus penembakan yang terjadi pada hari Jumat (11/22) pada 00.43 WIB mengkonfirmasi bahwa para pelaku kejahatan di lingkungan memiliki kekuatan yang kuat dalam melakukan acara mereka.
“Faktanya, kantor polisi Solock Selatan bisa dibunuh oleh petugas polisi, yang diduga menjadi bagian dari kejahatan penambangan,” katanya.
Perlu dicatat bahwa insiden penembakan itu dilaporkan karena Dadang tidak senang bahwa AKP Ul menangkap penambangan C di wilayah tersebut.
Dadang menembaknya dua kali di kuil dan wajah.
Berdasarkan hasil pasca -Dampak Dampak menembus korban.