Medan Pers, BALIKPAN – Orang angkatan laut berpartisipasi dalam pembunuhan wanita jurnalis di kota Kalimantan selatan Banjarbar.
Korban pembunuhan itu adalah seorang wanita bernama Juwita (23), yang bekerja sebagai jurnalis media di jaringan lokal (online).
BACA JUGA: Penurunan armada Indonesia di Batubara 71 penyelundupan PMI yang belum dijelajahi
Menyusul Perdana Menteri Ronald Ganapa, Perdana Menteri Ballikpapan Angkatan Laut, Komandan Polisi Militer (Dandenpom), mengatakan pembunuhan itu ditemukan pada 22 Maret 2025.
“Melayani Lanal di Balikpapan hanya sekitar satu bulan.
BACA JUGA: Total tembakan Basar mati 3 lampu polisi, judi jeruk nipis ragu -ragu
Petugas armada rata -rata armada Indonesia menambahkan bahwa salah satu dari Julawesi Tenggara Kendara adalah satu J Sail. Angkatan Darat, yang merupakan pembunuhan tersangka, adalah anggota Angkatan Laut selama empat tahun.
Menurut Mayor Ronald
Baca Juga: Kepala Penyewaan Mobil: Kami belum bisa memaafkan penembak
“Proses hukum diteruskan secara publik sebagai transparansi yang mengungkapkan anggota yang tidak jujur. Tidak ada yang ditangani,” katanya.
Mayor Ronalds mengkonfirmasi bahwa One J Sail diberikan sanksi dan hukuman, yang sama sulitnya dengan tindakannya.
“Hukuman yang tepat untuk tidak hormat (PTDH),” katanya.
Sementara itu, Rosyanto Yudha Herman, kepala inspektur Kepolisian Regional Kalimantan, menunjuk pada kematian kematian seorang reporter di kota Banjarbar.
Direktorat Polisi Regional Calimantan selatan Kalimantan berjanji untuk meneruskan hasil penyelidikan terhadap hasil penyelidik di waktu berikutnya. Polisi masih mengumpulkan semua instruksi dari kasus ini, termasuk hasil kematian dan sebagainya.
Juwita, yang juga penduduk kota Banjarbara, ditemukan tewas di Gunung Kupang, Desa Campak, Banbar, pada hari Sabtu (22/3) sekitar pukul 15:00 di sekitar Indon Barat. Tubuhnya terletak di sisi jalan dengan sepeda motor.
Awalnya dikatakan bahwa Jewita sudah mati dalam satu kecelakaan. Penduduk yang pertama kali menemukan tidak melihat tanda -tanda korban kecelakaan lalu lintas.
Namun, ada beberapa memar di leher korban. Kerabat korban juga mengatakan bahwa ponsel Juwita tidak ada.
Juwita adalah anggota media web lokal yang bertanggung jawab untuk merefleksikan Kabupaten Banjarbar dan Banjari. Dia diangkat sebagai anggota Uni Jurnalis Indonesia (PWI South -Kalimantan), yang telah melakukan kualifikasi jurnalis muda dalam Tes Kompetensi (UKW). (Antara/Medan Pers) Lihat! Video pilihan editor:
Baca artikel lain … teman -teman diminta untuk menikah, Edi kesal, Hostess Life hilang