JHL Group Sediakan Rp 3,6 Miliar Per Tahun untuk Cetak 1.000 Sarjana Pertanian

author
2 minutes, 22 seconds Read

Medan Pers, Jakarta – Pendiri JHL Group Jerry Germanna LA harus mendukung Program Keamanan Pangan Nasional, yang merupakan salah satu prioritas utama pemerintah Subianto Prabowo di masa depan.

Salah satu upayanya untuk mencetak 1000 ilmuwan pertanian dalam lima tahun ke depan dengan beasiswa.

Baca juga: Memulai Grup JHL untuk ProSight Farmers dan Indonesia Dukungan Berkelanjutan

Langkah ini didukung oleh sumber daya dan peralatan yang telah membangun grup JLL, terutama melalui perusahaan pemrosesan kelapa Jerry Dewaco. Untuk mengimplementasikan program beasiswa ini, Jerry menciptakan rencana pendanaan yang inovatif dengan mengambil RP. 20 dari semua item kelapa yang diproses di Dewacoco.

“Dengan target produksi yang berkembang, kami berharap dapat memelihara 500.000 kelapa per hari pada tahun 2025 sehingga dapat mengalokasikan sekitar 10 juta rps per hari atau 3,6 miliar rubel per tahun untuk program beasiswa ini,” kata Jerry, Rabu (10/16).

BACA JUGA: JHL Group telah memulai kelapa hilir, Jerry, saya ingin mencetak 1000 anak -anak petani untuk menjadi ilmuwan

Pabrik pemrosesan kelapa Devacoco saat ini bekerja di dua tempat strategis, yaitu di desa, halmacher barat, Maluka Utara dan Mado, Sulawesi Utara.

Devacoco memainkan peran penting dalam mendorong produk kelapa di Indonesia, yang lebih banyak diekspor sebelumnya dalam bentuk penuh.

BACA JUGA: Memilih IFW Food Wheat terputus dalam bahan pakan

“Kami memproses kelapa menjadi produk nilai sebelum mereka mengekspor, memberikan lebih banyak manfaat bagi ekonomi lokal dan petani kelapa,” katanya.

Selain dua pabrik yang bekerja, Devacoco berencana untuk memperluas jaringannya dengan membangun pabrik baru di Kalimantan dan Rau. Konstruksi pabrik diharapkan akan selesai tahun depan sehingga dapat meningkatkan kapasitas produksi Devacoco dan, pada gilirannya, mendistribusikan dana ke program beasiswa.

Tidak hanya berfokus pada penciptaan pabrik dan produksi kelapa, Jerry juga bekerja untuk mendukung mahasiswa pertanian melalui beasiswa yang disediakan melalui Kasih JHL merah dan putih (JHL). Dana ini memberikan beasiswa kepada siswa dari berbagai lembaga pendidikan, seperti University of Lampung, Coleg Banau (STPK) dalam program Halmacher dan S2 Barat di Universitas Pertanian Bogora. 

Beasiswa termasuk biaya sekolah siswa.

Misalnya, untuk mahasiswa Universitas Lampung, Jerry memberikan satu studi (UKT) untuk 1 juta RP per semester dan hidup 500 ribu rubel per bulan.

Sementara itu, siswa STPK di Halmachry Barat menerima 2,3 juta beasiswa RP untuk semester dan RP UKT. 250 ribu per bulan untuk akomodasi.

Untuk mahasiswa S2 di Universitas Pertanian, Bogor Jerry memberikan beasiswa RP. 9,5 juta untuk UKT per semester dan 1,5 juta rp per bulan untuk akomodasi.

“Program beasiswa ini akan berlanjut sampai siswa lulus atau terpanjang dalam delapan semester,” katanya.

Jerry juga telah merancang berbagai program dukungan lainnya, seperti menciptakan sekolah profesional pertanian, membuka industri perkebunan dan terus mempelajari peluang untuk memperluas program pelatihan mereka di bidang pertanian. Dengan program Jerry yang ambisius ini, optimis bahwa ia akan dapat mencetak ribuan ilmuwan pertanian yang siap bekerja di sektor pertanian Indonesia.

“Dengan dukungan lulusan baru ini, Indonesia dapat lebih independen dari keamanan pangan, dan akan dapat memaksimalkan potensi pertaniannya,” ia berkonsentrasi. (ESY/Medan Pers)

Baca artikel lain … wanita mantan kandidat mendistribusikan video porno

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *