Medan Pers, Jakarta – Presiden Prabo Subanto mengatakan Indonesia siap untuk mendukung gempa 7..7 yang menggerakkan Myanmar dan Thailand pada hari Jumat (9/21).
“Indonesia siap memberikan semua bantuan yang diperlukan untuk mengembalikan wilayah yang rusak,” kata presiden pada hari Jumat (9/21) versi resmi media sosial X (@prabo).
Baca lebih lanjut: Gempa bumi Myanmar, kematian tercapai di 1.644
Presiden juga menyatakan belasungkawa mendalam pada gempa bumi yang menghancurkan yang melanda kedua negara.
“Pikiran dan doa kami bersama orang -orang dari kedua negara di masa sulit ini,” kata kepala negara.
Baca lebih lanjut: Bajnas mempersiapkan bantuan untuk para korban gempa bumi Myanmar
Gempa bumi berukuran 7,7 dengan gempa bumi dengan gempa bumi yang terletak 5 km Laut Utara dari Sagaying City pada hari Jumat (23/1) telah mengguncang Myanmar sekitar 1,5 kali pada waktu setempat. Gempa bumi dilaporkan sangat terasa di daerah tengah dan utara Thailand, termasuk Bangkok.
Berdasarkan data US Geological Survey (USGS), setelah gempa awal 12 menit setelah 12 menit, gempa ukuran 6,4 terjadi setelah gempa bumi.
Baca lebih lanjut: Korban gempa bumi Myanmar telah mencapai beberapa ribu, memohon bantuan junta militer
Sejauh ini setidaknya 5 orang terbunuh di Myanmar dan beberapa ratus orang terluka, sementara setidaknya orang -orang terbunuh di Thailand, dan 17 orang terjebak atau menghilang setelah langit patah.
Setelah bencana, Perdana Menteri Thailand, Petankan Shinwatra, ditetapkan sebagai zona darurat dan mengarahkan otoritas terkait untuk melakukan kegiatan respons bencana.
Atas dasar pengamatan media lokal, gempa bumi merusak beberapa infrastruktur di Mandley, termasuk jembatan lama yang melorot, yang memecahkan akses antara daerah dan cerita di Mandley. Otoritas Myanmar juga menyatakan keadaan darurat untuk bencana. (Hati/Medan Pers) Pernahkah Anda melihat video terbaru berikutnya?