Gelar Seminar Nasional, Yayasan Merah Putih Peduli & Unhan Dukung Margono Djojohadikusumo Jadi Pahlawan Nasional

author
3 minutes, 22 seconds Read

Medan Pers, Jakarta – Kakek Prabowo Subanto, Raden Mas Margono DjoJohadikumo membuat proposal ke Yayasan Merah dan Putih, yang bekerja sama di Universitas Indonesia (Undonar) melalui “Seminar Nasional dan Tinjauan Buku” (Bust).

Baca selengkapnya: Judul Seminar Nasional, Red and White Foundation merekomendasikan Margono DJoJohadiusumo National Hero

Seorang dosen seminar nasional yang temanya “memahami R.M. Margono DJOJODIUSUMO’s Battle and Commitment” di Sentuli University University pada hari Sabtu (25/25/2012). Sisi kanan terlihat ke kiri: Letnan Jonni Mahroza, profesor di Fakultas Ilmu Budaya, Profesor di Universitas Indonesia. Yon Machmudi, Dr. dan Adi Prayitno, Direktur Parameter Politik Indonesia dan Moderator Karolus Rogger Evantino. Foto: pr -ambil

Letnan Jonni Mahroza, yang hadir di National Hero in the National Hero, kata R.M. Margono Djajohadiusumo lahir dari orang -orang yang berasal dari kelompok yang berbeda, serta peneliti, ekonom, politisi, dan aktivis budaya dan sosial.

Baca lebih lanjut: Menteri Kakek Sosial Gus Ipul Prabowo sangat layak

Letnan Jonni, kakek Presiden Prabowo, R.M. Margono adalah salah satu ekonom yang memiliki andil besar pada ekonomi perbankan Indonesia selama kemerdekaan Republik Indonesia.

“Unfan sepenuhnya mendukung R.M. Margono DJoJohadic sebagai pahlawan nasional. Ketika melihat pengalamannya dan inisiatif sistem ekonomi bank dengan kekuatan keuangan rakyat dan kebijakan pra -kemerdekaan karena berpartisipasi dalam pertemuan BPUPK.

Baca selengkapnya: YPKMI mendukung prabowo re -investasi pada ketum tulang belakang dan keputusan kandidat presiden 2029

Pada saat yang sama, Robben Nico, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Kementerian Sosial), mengatakan partainya positif dalam proposal tersebut.

Selain itu, muncul langsung di seminar nasional, dan buku pertempuran RM Margono Djohadiusumo didirikan setelah ekonomi Indonesia didirikan setelah kemerdekaan. “

“Hari ini kami mendengarkan debat luar biasa tentang radiasi akhir, Mas margono DJOJODIUSUMO untuk mengetahui bahwa ia benar -benar memainkan karakter yang memainkan peran di negara kita, terutama di industri ekonomi,” – Katarben, Nico, yang hadir di Saifullah Yusuf Menteri Sosial.

Warga Indonesia yang paling terkenal di Indonesia adalah salah satu pendiri bank sentral pertama Indonesia, sekarang Bank Negara Indonesia (BNI).

Debat menunjukkan bahwa Margono tidak hanya terlibat dalam bidang keuangan.

Margono telah menghadiri sejumlah acara penting dalam sejarah bangsa, seperti berpartisipasi dalam Indonesia Indonesia Preparatory (BPUPKI) dan juru bicara Konferensi Meja Bundar (KMB).

Menurut Robben, penciptaan BNI adalah tonggak penting di jalur bangsa. Terutama selama masa -masa awal kemerdekaan dan penciptaan rakyat Indonesia, tidak ada sistem perbankan yang matang.

Jadi, katanya, sejak awal kemerdekaan Indonesia, ia telah memiliki reservasi yang kuat untuk memperkuat ekonomi negara. Ini menjadi salah satu saran Margono untuk menjadi pahlawan nasional.

Syukurlah bahwa masyarakat mendukung proposalnya sebagai kandidat untuk pahlawan nasional.

“Dan hari ini Universitas Pertahanan Republik Indonesia juga merupakan salah satu dari mereka yang telah didukung (Margono) telah menjadi pahlawan nasional,” katanya.

Komunitas menyampaikan proposal Margono untuk menjadi pahlawan nasional melalui Yayasan Merah dan Putih, yang disediakan untuk Pemerintah Kabupaten Banyumas.

Kemudian Pemerintah Kementerian Pusat Pusat, Kementerian Sosial, sedangkan Dewan Sertifikasi, Layanan dan Penghargaan kemudian dievaluasi.

Presiden kemudian akan memberikan keputusan presiden (Keppres) untuk menciptakan pahlawan nasional yang diumumkan sebelum Hari Pahlawan.

Kolonel Tekmat Zakky Almubaroq, Ketua Komite Seminar Nasional, mengatakan kepada Margono DjoJohadikum, bersama dengan Mohammad Hatta dan Widjojo Nitisastro dalam pembentukan kebijakan ekonomi nasional.

Kolonel Tekmat Hikika Zakky Almubaroq mengajukan laporan itu sebagai Ketua Komite Seminar Nasional tentang “R.M. Margono DJOJODIUS Ringkasan” Kampus Universitas, 15 Februari 2012). Foto: Friederich batari/Medan Pers

Terutama Margono merancang sistem perbankan Indonesia. Sistem ini adalah dana yang kuat yang memelihara keuangan dan keuangan orang modern di Indonesia.

“Tanpa sistem bank, tidak ada modal yang tidak dapat mempertahankan stabilitas keuangan, tidak ada kepercayaan diri publik dan investor, dan bukan infrastruktur dan sektor strategis,” katanya.

Bayi itu sepenuhnya mendukung proposal Margono DjoJohadiusumo untuk menjadi pahlawan nasional. Proposal tersebut diajukan sesuai dengan Aturan Undang -Undang 2009 2009 dan Pemerintah Pemerintah 2010, yang mengatur penyediaan layanan dan penghargaan kepada orang -orang yang layak bagi bangsa dan negara.

Zakky berharap proposal Margono DjoJohadiusumo akan dengan cepat menerima Kementerian Urusan Sosial dan dapat segera disebut Pahlawan Nasional.

Seminar ini disutradarai oleh Karolus Rogger Evantino, Direktur Red and White Foundation, menghadirkan tiga dosen dengan seorang letnan di Universitas Pertahanan Indonesia Indonesia (Profesor di Fakultas Ilmu Budaya Ret. Mahroza.

Beberapa tokoh dan ratusan mahasiswa hadir di seminar. (PE/Medan Pers)

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *