Medan Pers, Jakarta – Dipengaruhi oleh Dedia Corbuzier ditunjuk oleh Sjafrie Sjamsoeddin Menteri Komunikasi Sosial dan Publik (Pertahanan) (Menteri Pertahanan) pada Selasa, Selasa, 11/2. Bersama dengan pengangkatan, Komisi Eksisi Korupsi (KPK) mengumumkan bahwa staf khusus menteri dimasukkan dalam kategori keberadaan penyelenggara negara bagian (LHKPN).
Berdasarkan CPK 3, CPK 3 (Percom), individu Menteri termasuk dalam kategori wajib LHKPN (WL). Ketentuan ini berlaku pada 1 April atau enam bulan setelah penentuannya.
BACA JUGA: Kritik KPK Kastil Hasto: Manajemen Tekanan Tersangka dianggap bermasalah
Namun, KPK akan memberikan koordinasi dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk menentukan apakah posisi staf tertentu setara dengan pejabat Ashelon I, II atau III. Ia berpikir bahwa Permanhan (Permanhan) 2019 adalah 28, yang termasuk dalam LHKPN wajib.
Jika posisi staf khusus dinyatakan setara dengan Eselon, II atau III, Dedie Corbuzier dan staf lainnya, LHKPN harus diinformasikan pada 12 Mei 2025.
Baca juga: KPK, Pt Inti Kemungkinan Pencarian Korupsi 6,4 miliar Deposit RP disita
Namun, jika posisi tidak termasuk dalam kategori ini, pelaporan mengikuti aturan yang tidak kedaluwarsa pada 1 Juni 2025 Perchom (dua bulan setelah implementasi aturan yang efektif).
“KPK terbuka untuk memberikan bantuan dalam proses pengisian dan pelaporan dalam proses transparansi dan tanggung jawab dalam administrasi pemerintah,” kata juru bicara KPK Buddhi Praseto. Katanya.
Baca juga: Skandal Korupsi RP. 60 miliar, anggota staf kontrol KPK ACHMAD HAFISZ
Selain Dedie Corbuzier, lima orang yang ditunjuk oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin adalah Chris Soepandi, pendiri Pusat Studi Hukum dan Pancasil (Half UI); Lenis Kogoya – Tanah Papua Institute of Local People (LAA) dan mantan staf khusus Presiden; Gen utama. Mantan Duta Besar Indonesia untuk China Sudrajat; Indra Irawan – Sekretaris Korporat Pt Pindad; Dan Spesialis Teknologi Informasi Silvia EFI.
Menteri Pertahanan Xfry mengatakan bahwa tujuan penunjukan staf khusus ini adalah untuk memperkuat kerja sama dalam perlindungan kedaulatan nasional.
“Dengan tugas baru ini, Indonesia diharapkan untuk peningkatan dan kebijakan yang akan semakin memperkuat pertahanan negara yang lebih kuat dan dominan di masa depan,” kata Xian. Katanya.
Deddy Corbuzier bukanlah tokoh baru di dunia pertahanan. Pada tahun 2022, ia diangkat sebagai Duta Besar Komponen Cadangan Angkatan Darat Indonesia (COMCAD) dan menerima gelar Letnan Kolonel (Letnan Kolonel). Sekarang, sebagai staf swasta menteri pertahanan dengan posisi baru, ia memainkan peran strategis dalam komunikasi sosial dan publik di industri pertahanan.
Dengan status LHKPN wajib Dedie dan staf khusus lainnya harus melaporkan aset mereka berdasarkan aturan yang valid untuk mendukung transparansi dan tanggung jawab di lingkungan nasional. (Tan/Medan Pers)
Baca artikel lain …