Berdialog dengan Fadli Zon, Putu Rudana: Seni Budaya Harus Jadi Mercusuar Bernegara

author
3 minutes, 19 seconds Read

Medan Pers – Presiden Asosiasi Museum Indonesia (AMI) Putu Supadma Rudana telah menyatakan dalam memahami konsep budaya, seni, budaya harus menjadi mercusuar di negara ini.

Ini ditransmisikan oleh Putu di Presiden CIPTA “Budaya Bangunan Sinergi” dengan Menteri Kebudayaan Indonesia Fadli Zon di Museum Rudana, Ubud, Bali Kamis (27/02/2025).

Baca juga: Membawa Diplomasi Budaya ke Tur Prabowo, Fadli Zon Tour telah menandatangani perjanjian dengan Menteri Kebudayaan India.

Pudu mengatakan bahwa budaya tidak hanya digunakan sebagai “kayu yang membakar” dalam semua aspek kehidupan, termasuk ekonomi, politik, masyarakat, pencegahan dan keamanan. Tetapi harus digunakan sebagai inspirasi atau panduan dalam kegiatan nasional dan berbagai negara bagian

“Ini adalah inti dari seni dan budaya yang ingin kami mencapai segalanya,” kata Putu melalui deklarasinya pada hari Jumat (28/02/2025).

Baca juga: KPK merangsang inspeksi pemilihan korupsi yang dituduh sebagai pemimpin DPD dan mengendalikan 95 anggota.

Percakapan menggarisbawahi pentingnya kreativitas dan bekerja bersama untuk memperkuat budaya bangsa. Melalui ide -ide baru untuk ruang lingkup tarian literatur seni digital yang harus diperhatikan.

Berbicara juga bertekad untuk mendukung Presiden Parbowo dan Menteri Kebudayaan di bawah bimbingan Fadli Zon, yang khawatir dan termasuk esensi budaya.

Baca juga: Hipotesis Tepis tentang penjelasan bahan bakar Oplos Pertamina untuk lembaga perlindungan konsumen.

“Saya cenderung mendukung Menteri Kebudayaan untuk menciptakan seni dan budaya untuk menjadi cahaya di negara itu. Negara saya dan perluasan Museum Rudana selalu berterima kasih kepada Menteri Fadli untuk kami,” kata mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat.

FacPhoo menjelaskan bahwa museum memiliki peran strategis dalam mempertahankan budaya dan sejarah Indonesia. Menurut dukungan pemerintah untuk konservasi seni dan budaya melalui kebijakan yang kuat, ini sangat penting.

Selain itu, ada aturan yang jelas dan dukungan konkret dari pemerintah untuk memastikan bahwa museum tidak hanya selamat, tetapi juga telah berkembang di pusat pendidikan budaya dan interaksi budaya

“Oleh karena itu, museum tidak hanya tetapi merupakan tempat untuk melestarikan penemuan, tetapi harus menginspirasi kaum muda untuk belajar dari warisan leluhur,” katanya.

Pudu mengatakan bahwa pengembangan museum berarti budaya yang memuliakan. Seperti yang dia katakan, bukan hanya tugas pemerintah, tetapi itu adalah tanggung jawab untuk semua pihak. AMI juga membantu memastikan bahwa budaya memiliki tempat dan kekaguman yang tepat dan terhormat.

“Kami berharap Indonesia akan menjadi ibu kota budaya dunia atau Adibudaya di masa depan,” kata Uru.

Forum CIPTA menggarisbawahi pentingnya bekerja bersama antara pemerintah, seniman, komunitas, budaya dan sektor swasta untuk memperkuat ekosistem budaya nasional.

Ami, sebuah museum, sekitar 500 kursi di seluruh Indonesia didorong untuk memperkuat peran penciptaan kerja sama untuk melintasi museum dan lebih banyak dinamika.

“Dengan berbagai tantangan yang harus menghadapi kolaborasi di seluruh wilayah, diharapkan untuk menciptakan kebijakan budaya yang lebih lengkap dan menciptakan seni dan budaya sebagai pilar dalam pembangunan nasional”.

Berbicara Sudupma Rudana mengakui bahwa ia menegosiasikan dunia hampir 50 negara dengan Fadli Zon ketika ia masih berada di parlemen Indonesia.

Selama tahun 2019-2014, Putu adalah wakil presiden kantor kerja sama antara Parlemen Indonesia (BKSAP), sementara Fadli Zon adalah presiden.

“Di tengah kegiatan sebagai kolega dan teman -teman kami, kami sering mengunjungi tempat -tempat museum yang mengumpulkan warisan dunia peradaban dunia,” kata Uru Dina, sebagai presiden Museum Niyathim dan Galeri Seni.

Menteri Budaya Fadli Zon menggarisbawahi pentingnya pemerintah daerah dalam pengembangan budaya regional mereka sambil mengembangkan kreativitas mereka untuk menghadirkan festival mewarnai atau aktivitas nasional.

“Pemerintah daerah memiliki peran strategis yang besar dalam perawatan dan pengembangan budaya, dalam mendukung kebijakan dan bekerja dengan komunitas budaya. Penting untuk mempertahankan keberlanjutan warisan budaya,” kata Fadli Zon.

Oleh karena itu, ia mengatakan bahwa harus ada kolaborasi yang kuat antara nol dan wilayah untuk mempromosikan kemajuan budaya secara keseluruhan.

“Bekerja bersama antara pemerintah pusat, masyarakat, masyarakat, seni dan sektor swasta benar -benar diperlukan sehingga budaya kita terus berkembang tanpa kehilangan basis asli,” katanya.

Pada kesempatan itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Presiden AMI PUTU SUPADMA RUDANA bertekad untuk menciptakan kerja sama yang berkelanjutan dalam seni budaya dengan menandatangani integrasi batu untuk menciptakan budaya.

“Sejarah kita bukan hanya masa lalu. Tapi itu juga merupakan dasar untuk masa depan, perlindungan budaya, tidak hanya tetapi itu melestarikan penemuan, tetapi juga menafsirkan keunikan negara untuk terlibat dalam tatanan dunia,” katanya.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *