Arsjad Rasjid Sebut 3 Hal Ini Kunci untuk Meningkatkan Investasi Asing di RI

author
1 minute, 58 seconds Read

Medan Pers, Jakarta -Sebuah delegasi pengusaha Jepang dari Asosiasi Jepang -Japinda (Japinda) bertemu dengan Presiden Pucovo Subanto di Istana Negara pada hari Jumat (6/12).

Pertemuan berakhir dengan perjamuan umum, yang berpartisipasi dalam Kepala Indonesia Kadin 2021-2026 Arsjad Rasjid, serta anggota Kamar Dagang dan Industri di Jepang (JJC).

Baca Juga: Penduduk Backasi dapat menikmati pertandingan khas Jepang di sini

Arsyad Rasidge menekankan bahwa sinergi sektor silang, kerja sama global dan kepastian hukum adalah elemen kunci untuk menarik investasi asing.

“Kepercayaan hukum memberikan rasa aman bagi investor, sementara kerja sama menawarkan investasi yang memberikan manfaat maksimal untuk semua pihak. Ini adalah dasar utama untuk memperkuat daya saing ekonomi Indonesia,” kata Arszhad.

Baca Juga: Liburan Negara Pendek Tetap Miroln dengan Perjalanan Hari ke Jepang

Pertemuan ini berfokus pada penguatan hubungan ekonomi Indonesia-Jepang, terutama di sektor strategis, seperti produksi, energi terbarukan dan teknologi.

Jepang sebagai salah satu investor terbesar di Indonesia diharapkan menjadi mitra utama dalam transformasi ekonomi Indonesia.

Baca juga: Berkolaborasi Morinaga dan Indonesia, Bawa Inovasi di Makanan Kelas Dunia 

Arsyad juga ingat bahwa Cadin Indonesia telah meluncurkan Direktorat Pembangunan Ekonomi dan Kebijakan 2024-2029, yang memberikan instruksi strategis untuk 8%pertumbuhan ekonomi.

“Buku putih ini adalah langkah khusus untuk menciptakan ekosistem investasi yang menguntungkan, termasuk reformasi dan teknologi peraturan,” tambahnya.

“Kerjasama Indonesia dengan Jepang harus menjadi contoh kerja sama global yang saling menguntungkan,” kata Arsyad.

Dia mentransmisikan komitmen penting untuk 8% dari pertumbuhan ekonomi di lingkungan makan antara Presiden Prabovo Subanto dan delegasi Asosiasi Istana Negara Bagian Japinda-Indese.

Arsiae menekankan pentingnya kerja sama strategis antara sektor publik dan swasta, serta kepastian hukum sebagai pilar utama.

“Untuk menarik investasi, kita harus memastikan stabilitas ekosistem bisnis melalui kebijakan investasi dan mendukung sinergi intersektor.

Keyakinan hukum adalah fondasi utama dalam menguraikan kepercayaan investor, “kata Arszhad.

Jepang sebagai mitra strategis dan salah satu investor Indonesia terhebat terus menunjukkan minat pada energi terbarukan, teknologi, dan sektor infrastruktur.

Presiden Prabowo Subitio juga melaporkan laporan penting tentang perlunya kerja sama bilateral yang lebih dekat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Arsiad menambahkan bahwa Cadin Indonesia telah meluncurkan buku putih 2024-2029 sebagai dokumen strategis untuk mendukung Vision Gold 2045 di Indonesia.

“Dokumen ini menawarkan arah pengembangan ekonomi jangka panjang yang mengintegrasikan kebutuhan pemerintah, entitas bisnis, dan mitra global,” katanya.

Melalui pendekatan ini, Arsjad optimis bahwa Indonesia dapat meningkatkan daya tarik investasi secara global. “Terutama pada saat itu, kompetisi yang lebih kejam,” katanya. (RHS/Medan Pers) Video paling populer saat ini:

Baca item lain …

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *